Our Fhoto

Pupuk Non Subsidi

Pupuk 
Humagrow

Produk Promo

Bibit Online
Diberdayakan oleh Blogger.

Jual Bibit Online

Bibit Online

Bank Transfer

Bibit OnlineBibit Online

Jual Media Tanam

Bibit Online

NEGARA KITA BUTUH PROGRAM STUDI YANG FOKUS PADA POLITIK PERTANIAN

Oleh : Wayan Supadno/Pak Tani


Sejujurnya..
Saya selaku Petani merasa prihatin terhadap nasib Petani dan Pertanian di negara kita saat ini, kondisi ini tak lepas dari minimnya jumlah para pemikir sekaligus pembela total karena " cinta pekatnya " kepada petani, jumlah sarjana pertanian yang duduk di DPR RI dan DPRD  komisi yang membidangi pertanian mupun perkebunan BUMN (Komisi lV dan Vl) masih sangat sedikit jauh dari harapan. Mungkin tidak sampai 15% saja.

Padahal di sanalah nasib dan masa depan petani maupun pertanian kita titipkan atau kita percayakan melalui pemilu maupun pilkada, jika mereka " tidak cinta pekat lalu total membela " karena dasar logika ilmu pengetahuannya,  sekaligus dampak masa depannya, maka tak mustahil hasilnya seperti selama ini.

Potret petani dan pertanian..
Sejak jaman penjajahan banyak prestasi emas yang kita lalai dan tak mampu memeliharanya, prestasi emas berubah sebaliknya,  dulu ekspor jadi impor, contoh sederhana : gula tebu, tembakau, sapi, kakao, teh, rempah dan lain-lainnya.

Begitu juga Petani nya, dari dulu makin sedikit jumlahnya bahkan menurut BPS hasil sensus pertanian 2013 berkurang 5,1 juta KK/ sepuluh tahun dampaknya banyak lahan terlantar, kepemilikan lahan hanya 0.3 ha/KK sebanyak 14 juta KK dampaknya apapun yang ditanam terlalu sulit bisa menjadikan petani sejahtera,  wajar jika kemiskinan kita saat ini BPS  25 juta adanya di pedesaan 61% dan yang 51% profesinya petani.

Ironisnya lagi..
Menurut hasil penelitian salah seorang Guru Besar IPB bahwa hanya 26% orang tua yang berprofesi petani ingin dan mau mewariskan profesinya kepada anak - anaknya, artinya sejak di rumah dibuat agar tidak suka pertanian sekaligus tidak bangga jadi pengusaha pertanian sekalipun, ini dampaknya animo peminat kuliah di fakultas pertanian makin sediikit, danpak turunannya banyak kampus menutup fakultas pertanian maupun peternakan fakta lapangan,  ditutup akibat kurangnya mahasiswa, dampaknya lagi orang - orang hebat di masa depan pada sektor pertanian kurang banyak dan kurang premium klasnya.

Sebab - sebabnya, semua di atas yang mengenaskan, padahal baru hanya sebagian saja potret kondisi petani dan pertanian kita saat ini, tentu masih banyak lagi yang memilukan, sebab utamanya karena "Jumlah Bonggol/Komandan/Pemimpin Sejati, Pembela,  Pemerhati, Pejuang Nasib Petani dan Pertanian di negara kita kurang banyak, baik di daerah daerah maupun yang duduk di pusat ".

Petani hanya sebatas jadi obyek pembangunan saja, tak salah juga kalau ada pihak yang mengatakan bahwa petani selama ini ibaratnya hanya sebagai " mesin produksi " pangan kita saja.

Ini sangat - sangat ironis karena negeri kita ini negeri agraris, yang mestinya jadi profesi kebanggan seperti di negara lain tapi justru profesi yang banyak yang meninggalkannya, karena dianggap profesi yang menjadikannya miskin.

Kenapa itu semua terjadi, sekali lagi karena para pemimpin dan wakil rakyat di daerah dan di pusat yang berlatar belakang maupun berjiwa petani hanya sedikit sekali, apalagi yang punya hati hingga cinta pekat kepada petani maupun pertanian makin sedikit lagi, aura gelora semangat bertani jadi redup dan kurang membara, tidak menerangi masyarakat luas.

Bahkan sadar atau tidak sadar, sesungguhnya Rohnya Pertanian adalah Petani, bijaknya lagi Bung Karno telah mengingatkan dengan harapan teramat sangat  saat peletakan batu pertama kampus IPB " Hidup matinya sebuah bangsa ada pada ketersediaan pangannya ".

Alternatif solusinya..
Mesti ada fakuktas atau program studi atau setingkat pasca sarjana yang fokusnya pada " Politik Pertanian ", dari situ agar terlahir Insan Pejuang Petani dan Pertanian kita.

Apapun alasannya bahwa pedang kebijakan paling tajam dan besar pengaruhnya adalah " Pedang Politik ", sehingga kita sebagai Petani harus mengantisipasi sekaligus menyiapkan para Pemimpin kita di atas sana yang cinta sekaligus mau peduli dan total berjuang memperjuangkan masa depan Petani maupun Pertanian.

PENDEK KATA, PILIHLAH CALON PARA PEMIMPIN DAN CALON -CALON WAKILMU YANG MAU MEMBELA NASIBMU WAHAI PARA PETANIKU DAN JIKA KITA BERHARAP MAKIN MUDAH MENCARI KE DEPANNYA, MAKA HARUS KITA ANTISIPASI DENGAN MENDIDIKNYA MELALUI FAKULTAS POLITIK PERTANIAN

Ibaratnya, jika berharap punya rumah yang baik benar sesuai harapan kita maka percayakan kepada para ahlinya baik arsitektur maupun pemborongnya, bukan kepada pihak lain lagi.

Semoga beemanfaat..


Salam Politik Pertanian 🇮🇩
WS/Pak Tani

Surya Prima Tour

Produk Terlaris