Our Fhoto

Fanpage

Diberdayakan oleh Blogger.

Lacak Pengiriman Barang


Widget Ongkir & Cek Resi JNE

Bank Transfer

Our Fhoto

Meningkatkan produktifitas dan kualitas tanaman dengan dosis pemupukan yang tepat

Pupuk merupakan komponen yang sangat penting, mengandung berbagai unsur zat hara yang berfungsi dalam pertumbuhan suatu tanaman. Material pupuk juga mengandung zat organik dan non-organik (mineral). Berbeda halnya nya dengan suplemen, pupuk mengandung bahan baku yang diperlukan untuk proses pengembangan tanaman.
Dalam memberikan pupuk sangat diperlukan diperhatikan kebutuhan akan jenis maupun takarannya bagi tumbuhan, agar tumbuhan tidak terlalu banyak zat makanan, karena jika terlalu sedikit atau terlalu banyak jenis takarannya maka akan menurunkan Bobot dan produktivitasnya.
Bahkan jika kelebihan kata jenis tertentu akan membahayakan tumbukan dan menyebabkan kematian. Taman sebagai Malik hidup sesuai dengan sifat genetik nya, dengan analisa jaringan dan daun dapat diketahui kemampuan mengangkut hara dari tanah. Sementara suplemen merupakan hormon yang membantu kelancaran proses metabolisme pupuk, terutama pada pupuk buatan.
Meningkatkan produktifitas dan kualitas tanaman dengan dosis pemupukan yang tepat
Dosis Pemupukan Pupuk Anorganik
Seberapa banyak pupuk yang diberikan dan sebanyak apa unsur hara yang diperlukan agar dapat memperoleh hasil yang maksimal, dan bagaimana menebak kurang nya sumber hara yang ada di tanaman, untuk itu perhatikan hal berikut ini.
1). Menganalisis tanah
Pemeriksaan tanah sangat penting untuk mengetahui sumber hara yang kurang pada tanah tersebut. Dapat dilakukan di laboratorium atau balai penelitian di dinas pertanian. Biasanya untuk keperluan penelitian ini di butuhkah tanah sampel kurang dari 1 kg.
Syarat tanah yang dapat dijadikan sampel yaitu harus bersih dari rumlurz dan dekat dengan pohon serta diambil pada kedalaman 15-30 untuk tanaman semusim, dan 1 meter ada tanaman tahunan.
Saat di laboratorium tanah harus diteliti secara saksama, sehingga dapat di ketahui kandungan hara tanah, reaksi tanah, hara yang kurang, dan hara yang berlebihan. Dari data lab tersebutlah dapat diketahui kondisi dari tanah tersebut.
2). Memperhatikan gejala pada tanaman
Dengan memperhatikan gejala yang muncul pada tanaman bila kekurangan unsur hara tertentu. Contohnya saja bila tanaman tampak hitam, dunia bagian bawah menguning, serta mengering sampai berwarna coklat mudah, batang pendek dan lemah, ini merupakan tanda bahwa tanaman kekurangan unsur hara nitrogen.
3). Menganalisis tanaman
Bagian dari tanaman yang telah kering di kirim ke laboratorium, kemudian di analisis susunan kimianya. Dari hasil analisis dibandingkan dengan analisis tanaman sehat, sehingga dapat diketahui unsur yang kurang tersebut. Hal itulah yang akan memperlihatkan zat tanaman yang sangat diperlukan oleh tanaman.
4). Melakukan percobaan pemupukan
Menentukan dosis pada saat pemukulan memang seperti menempuh permainan. Petak-petak percobaan misalnya dengan ukuran. 2m x. Cara ini banyak digunakan peneliti untuk mengetahui dosis pemupukan yang tepat sesuai bagi tanaman. Perak di olah secara saksama
Kemudian ditaburkan dengan pupuk semisal NPL. Dosis ditaburkan dengan berbeda-beda. Dengan dosis yang berbeda itulah diperoleh perbedaan tanaman. Sosis pada perak yang memberikan tanam yang paling baik merupakan dosis yang sangat tepat
Berapa Besar Kebutuhan Tanaman Akan POC ?
Pupuk organik cair (POC) merupakan sebutan babi pupuk cair atau Luluk daun, dengan jumlah dosis atau takaran yang dibutuhkan dalam setiap kali pengaplikasiannya  hanya di butuhkah jumlah yang sedikit atau kecil. Pada parameter asli, karena konsentrasi kandungan zat hara pada pupuk (organik dan sintetis).
Pada setiap kemasan pupuk yang dijual di pasar berbeda-beda. Sampai akhirnya dapat disimpulkan jika akar hanya mampu menyerap 2% dari keberadaan unsur hara di media tanaman setiap harinya, maka takaran yang diperlukan POX untuk daun adalah 2% dari takaran yang dijadikan standar dalam sekali pengaplikasian.
Dosis pemupukan yang digunakan dalam pembibitan harus disesuaikan dengan kebutuhannya
Dosis pemupukan yang digunakan dalam bidang pembibitan harus disesuaikan dengan kebutuhan. Pada pembunuhan tergantung dari fase pertumbuhan bibit dan tingkat kesuburan dari media tanaman dan jumlah nya. Pemberian pupuk pada fase muda, media tanam yang subur dan populasi yang sedikit.
Dosis pemupukan yang lebih rendah di bandingkan dengan cara pertumbuhan dewasa. Penggunaan dosis pupuk untuk pembibitan sebaiknya disesuaikan dengan anjuran yang tercantum pada label kemasan pupuk.

Buka Lapak

Produk Terlaris