Our Fhoto

Pupuk Non Subsidi

Pupuk 
Humagrow

Produk Promo

Bibit Online
Diberdayakan oleh Blogger.

Jual Bibit Online

Bibit Online

Bank Transfer

Bibit OnlineBibit Online

Jual Media Tanam

Bibit Online

FANATIS SEMPIT YANG MENUMPULKAN LOGIKA

Oleh : Wayan Supadno/Pak Tani


Jika kita memperhatikan seseorang yang sedang belajar bela diri, misalkan saja karate, biasanya sekali lagi biasanya saat pada jenjang bersabuk kuning " lebih banyak bertingkah " dari pada yang sudah sabuk hitam  penuh waspada, apalagi jika sudah pada posisi dan / pendekar sikapnya penuh dengan kesejukan penuh bersahabat pengayoman meneduhkan, senantiasa antisipasi dan siap gerak matang dengan perencanaan.

Begitu juga dalam proses kehidupan, hidup ini untuk dijalani karena hanyalah ibarat mampir minum saja di tengah perjalanan nan panjang, ribuan tahun sebelum kita lahir dan ribuan tahun pula sesudah kita mati padahal hidup kita umumnya maksimal hanya 100 tahun saja, hidup adalah proses untuk dijalankan bukan untuk dipertandingkan, juga tiada 1 orangpun yang tahu apa yang akan terjadi pada hari esok pada siapa saja, sehingga tak perlu menghakimi pihak lain.

Dulu ..
Saat komoditas utama kita dominan menguasai pasar dunia begitu " fanatik sempitnya " kita terhadap komoditas tersebut sehingga dilindungj diatur dalam UU dan Permen sebagai komoditas strategi nasional, seakan apapun tidak boleh hidup di area tersebut selain komoditas tersebut, misal : teh, kopi, kina, kakao, karet, tebu dllnya. Sekarang sebagian pabrik - pabriknya jadi rongsokan besi tua di tengah kebun belaka. Akibat fanatik sempit berlebihan.

Kini, itu pula yang memenuhi data kegagalan kita maupun fakta lapangan bisa kita saksikan di mana - mana, itu karena fanatis sempit lalu tidak kompetitif klas pasar dunia.

Kini jaman telah berubah, jumlah manusia di atas bumi ini milyaran orang, pada berusaha slalu inovasi agar mampu berkompetisi, nama besar negaranya diperjuangkan habis - habisan, tujuan akhirnya agar lestari berkelanjutan demi anak cucunya.

Kini mulai bermunculan negara - negara yang kaya inovasi membumi semakin menguasi bumi, yang mampu mengantisipasi dengan inovasi maka makin mampu membantah teori ilmu klas global sekalipun, misalkan saja Ethiopia dulu negara miskin slalu dirundung kelaparan, kini jadi salah 1 negara penghasil pangan dunia ke 12, mampu mempermalukan ilmuwan/Praktisi  klas dunia yang dulunya menghakiminya dengan segala predikat negatifnya

Ada lagi..
Karena inovasi, gula di India dan Brazil harganya hanya Rp 3.400/kg tapi di kita Rp 10.000/kg dan banyak lagi komoditas impor yang mutunya bagus dengan  harga lebih murah meriah dari kita, sekali lagi padahal ditanam letaknya jauh di luar negeri sana.

Lalu..
Kebun Sawit kita saat ini terluas di dunia, sebagian orang mengatakan jatuhnya harga CPO 4 bulan terakhir ini hingga " Petani Remis atau Rugi " akibat dari over suplai produksi luas tanam  hingga melampaui kebutuhan pasar dunia 4 juta ton CPO, ada lagi yang bilang akibat proses industrialisasi kita yang gagal,  inovasi tak membumi, kita bisanya cuma jualan  (dominan) CPO belum tingkat pada jualan Vit A, Farmasi dllnya dari Sawit. Semua akibat kita " Mabuk Sawit, Fanatik Sempit ".

Bahkan parahnya lagi ada yang bilang " Bisanya cuma jualan Kebun Sawit jadi sahamnya milik PMA " karena tahu indeks harga kebun sawit di Indonesia paling murah di dunia, akibat harga tanah lahan sawit di Indonesia yang teramat murah juga.

Ironisnya lagi..
Jika kita menengok ke hulunya di kebunnya, masih banyak perdebatan  antar pakar atau ahli hal integrasi Sawit Sapi, sebagian menolaknya sebagian lagi malah proses ekspansi besar - besaran Sapi di tengah Kebun Sawit pola gembala dan kandang

Ini mestinya jadi prioritas perhatian Pemerintah dan Pakar Sawit Sapi kita, " Proses Integrasi Sawit Sapi mestinya juga jadi target upsus  bukan hanya pajale (padi, jagung dan kedelai) saja " , jika benar mau sesuai visi Kementan mensejahterakan Petani paralel swasembada daging kita.

Semoga bermanfaat..


Salam Inovasi 🇮🇩
WS/Pak Tani

Surya Prima Tour

Produk Terlaris